Monday, March 20, 2006

thE eNd...

THE END

It was early in the morning at four,
When death knocked upon a bedroom door,

Who is there? The sleeping one cried.
I'm Malkul Mawt, let me inside.

At once, the man began to shiver,
As one sweating in deadly fever,

He shouted to his sleeping wife,
Don't let him take away my life.

Please go away, O Angel of Death!
Leave me alone; I'm not ready yet.

My family on me depends,
Give me a chance, O please prepense!

The angel knocked again and again,
Friend! I'll take your life without a pain,

Tis your soul Allah requires,
I come not with my own desire.

Bewildered, the man began to cry,
O Angel I'm so afraid to die,

I'll give you gold and be your slave,
Don't send me to the unlit grave.

Let me in, O Friend! The Angel said,
Open the door; get up from your bed,

If you do not allow me in,
I will walk through it, like a Jinn.

The man held a gun in his right hand,
Ready to defy the Angel's stand.

I'll point my gun, towards your head,
You dare come in; I'll shoot you dead.

By now the Angel was in the room,
Saying, O Friend! Prepare for you doom.

Foolish man, Angels never die,
Put down your gun and do not sigh.

Why are you afraid! Tell me O man,
To die according to Allah's plan?

Come smile at me, do not be grim,
Be Happy to return to Him.

O Angel! I bow my head in shame,
I had no time to take Allah's Name.

From morning till dusk, I made my wealth,
Not even caring for my health.

Allah's command I never obeyed,
Nor five times a day I ever prayed.

A Ramadan came and a Ramadan went,
But no time had I to repent.

The Hajj was already FARD on me,
But I would not part with my money.

All charities I did ignore,
Taking usury more and more.

Sometimes I sipped my favorite wine,
With flirting women I sat to dine.

O Angel! I appeal to you,
Spare my life for a year or two.

The Laws of Quran I will obey,
I'll begin SALAT this very day.

My Fast and Hajj, I will complete,
And keep away from self-conceit.

I will refrain from usury,
And give all my wealth to charity,

Wine and wenches I will detest,
Allah's oneness I will attest.

We Angels do what Allah demands,
We cannot go against His commands.

Death is ordained for everyone,
Father, mother, daughter or son.

I'm afraid this moment is your last,
Now be reminded, of your past,

I do understand your fears,
But it is now too late for tears.

You lived in this world, two score and more,
Never did you, your people adore.

Your parents, you did not obey,
Hungry beggars, you turned away.

Your two ill-gotten, female offspring,
In nightclubs, for livelihood they sing.

Instead of making more Muslims,
You made your children non-Muslims.

You ignored the Mua'dhin Adhaan,
Nor did you read the Holy Quran.

Breaking promises all your life,
Backbiting friends, and causing strife.

From hoarded goods, great profits you made,
And your poor workers, you underpaid.

Horses and cards were your leisure,
Moneymaking was your pleasure.

You ate vitamins and grew more fat,
With the very sick, you never sat.

A pint of blood you never gave,
Which could a little baby save?

O Human, you have done enough wrong,
You bought good properties for a song.

When the farmers appealed to you,
You did not have mercy, tis true.

Paradise for you? I cannot tell,
Undoubtedly you will dwell in hell.

There is no time for you to repent,
I'll take your soul for which I am sent.

The ending however, is very sad,
Eventually the man became mad

With a cry, he jumped out of bed,
And suddenly, he fell down dead.

O Reader! Take moral from here,
You never know, your end may be near

Change your living and make amends
For heaven, on your deeds depends.

If this poem inspires you,
It can help someone too.

Teka teki Imam Al-Ghazali

Suatu hari, Imam Al-Ghazali berkumpul dengan murid-muridnya lalu beliau bertanya beberapa soalan berupa Teka-Teki, antaranya;

Soalan Pertama:
Imam Ghazali = "Apakah yang paling dekat dengan diri kita di dunia ini ?"
Murid 1 = " Orang tua "
Murid 2 = " Guru "
Murid 3 = " Teman "
Murid 4 = " Kaum kerabat "

Jawab Imam Ghazali = " Semua jawaban itu benar Tetapi yang paling dekat
dengan kita ialah MATI.
Sebab itu janji Allah bahawa setiap yang bernyawa pasti akan mati" ( Surah
Ali-Imran :185).

Soalan Kedua:
Imam Ghazali = "Apakah yang paling jauh dari kita di dunia ini?"
Murid 1 = " Negeri Cina "
Murid 2 = " Bulan "
Murid 3 = " Matahari "
Murid 4 = " Bintang-bintang "

Jawab Imam Ghazali = " Semua jawaban itu benar Tetapi yang paling benar
adalah MASA LALU.
Bagaimanapun kita, apapun kenderaan kita, tetap kita tidak akan dapat
kembali ke masa yang lalu.
Oleh sebab itu kita harus menjaga hari ini, hari esok dan hari-hari yang akan datang dengan perbuatan yang sesuai dengan ajaran Agama".

Soalan Ketiga:
Imam Ghazali = "Apa yang paling besar didunia ini ?"
Murid 1 = " Gunung "
Murid 2 = " Matahari "
Murid 3 = " Bumi "
Murid 4 = " Laut "

Jawab Imam Ghazali == " Semua jawaban itu benar, tapi yang besar sekali adalah HAWA NAFSU (Surah Al A'raf: 179).
Maka kita harus hati-hati dengan nafsu kita, jangan sampai nafsu kita membawa ke neraka."

Soalan Keempat:
Imam Ghazali = "Apa yang paling berat didunia?"
Murid 1 = " Batu "
Murid 2 = " Besi "
Murid 3 = " Gajah "
Murid 4 = " Emas "

Jawab Imam Ghazali == "Semua itu benar, tapi yang paling berat adalah MEMEGANG AMANAH (Surah Al-Azab : 72 ).
Tumbuh-tumbuhan, binatang, gunung, dan malaikat semua tidak mampu ketika Allah SWT meminta mereka menjadi khalifah (pemimpin) di dunia ini. Tetapi manusia dengan sombongnya berebut-rebut menyanggupi permintaan Allah SWT sehingga banyak manusia masuk ke neraka kerana gagal memegang amanah."

Soalan Kelima:
Imam Ghazali = "Apa yang paling ringan di dunia ini?"
Murid 1 = " Kapas"
Murid 2 = " Angin "
Murid 3 = " Debu "
Murid 4 = " Daun-daun"
Imam Ghazali == "Semua jawaban kamu itu benar, tapi yang paling ringan sekali didunia ini adalah MENINGGALKAN SOLAT.
Gara-gara pekerjaan kita atau urusan dunia, kita tinggalkan solat!"

Soalan Keenam:
Imam Ghazali = "Apa yang paling tajam sekali didunia ini?"
Murid - Murid dengan serentak menjawab = " Pedang "

Jawab Imam Ghazali ="Itu benar, tapi yang paling tajam sekali didunia
ini adalah LIDAH MANUSIA.
Kerana melalui lidah, manusia dengan mudahnya menyakiti hati dan melukai perasaan saudaranya sendiri".

Thursday, March 02, 2006

See the mercy of Allah on us?

A man woke up early in order to pray the Fajr prayer in the masjid. He got dressed, made his aboloution and was on his way to the masjid.

On his way to the masjid, the man fell and his clothes got dirty. He got up, brushed himself off, and headed home. At home, he changed his clothes, made his aboloution, and was, again, on his way to the masjid.

2nd time, On his way to the masjid, he fell again and at the same spot! He, again, got up, brushed himself off and headed home. At home he, once again, changed his clothes, made his aboloution and was on his way to the masjid.

On his way 3rd time to the masjid, he met a man holding a lamp. He asked the man of his identity and the man replied "I saw you fall twice on your way to the masjid, so I brought a lamp so I can light your way."

The first man thanked him profusively and the two where on their way to the masjid. Once at the masjid, the first man asked the man with the lamp to come in and pray Fajr with him. The second man refused. The first man asked him a couple more times and, again, the answer was the same. The first man asked him why he did not wish to come in and pray.

The man replied "I am Satan."

The man was shocked at this reply. Satan went on to explain, "I saw you on your way to the masjid and it was I who made you fall. When you went home, cleaned yourself and went back on your way to the masjid, Allah forgave all of your sins. I made you fall a second time, and even that did not encourage you to stay home, but rather, you went back on your way to the masjid. Because of that, Allah forgave all the sins of the people of your household. I was afraid if i made you fall one more time, then Allah will forgive the sins of the people of your village, so I made sure that you reached the masjid safely."

So do not let Satan benefit from his actions. Do not put off a good that you intended to do as you never know how much reward you might recieve from the hardships you encounter while trying to achieve that good.

syurga di bawah telapak kaki ibu ...

Dari catatan seorang teman...

Beberapa bulan yang lalu hati saya tiba-tiba rasa berdebar, cemas, bimbang dan runsing. Perasaan itu datang bukan sekali dua malah terlalu kerap. Ketika memandu pun saya turut diserang rasa yang demikian. Saya cuba dapatkan nasihat doktor. Doktor kata takde apa-apa. Hairan juga..!

Sewaktu balik ke kampung, saya bertemu dengan guru mengaji Quran. Saya ceritakan perkara yang saya alami.

"Mungkin ada buat silap dengan mak kot. Cuba check,"katanya.

Saya tersandar seketika. Insiden apakah yang boleh membuatkan saya diuji sebegini rupa? Puas saya memikirkannya. Seingat saya, walau ke mana saya hendak pergi dan apa yang saya nak buat, tak pernah saya lupa memberitahu mak. Meminta maaf memang saya jadikan kebiasaan dalam diri. Saya balik ke rumah mak, lalu saya ceritakan peristiwa yang saya alami itu.

Saya pohon padanya, "Mama, Sabri nak tanya dari hati ke hati, adakah Sabri pernah buat dosa dengan mama yang mama tak ampunkan?"

"Tak ada apa-apa. Mama restu dengan apa yang Sabri buat sekarang ini." Emak menjawab.

Saya masih tak puas hati. Esoknya saya tanya lagi. Mama masih menjawab,"Tak ada apa-apa". Saya masih tidak puas hati lagi. Malam itu saya munajat dengan Tuhan minta Allah tunjukkan jalan kebenaran.

Hari ketiganya dalam keadaan berteleku, saya mengadap mama sekali lagi. Mama ketika itu sedang berehat di sofa. Saya pandang wajah mama, saya genggam erat tangannya erat-erat, "Mama, Sabri pohon sekali lagi, tolonglah mama luahkan apa yang terbuku di hati mama. Sabri tahu sabri ada buat salah, tapi mama tak nak bagitau." Airmata sudah membasahi pipi. "Tak ada apa-apa" Tingkah mama semula. Dalam keluhan yang dalam, ibu tua seakan mahu bersuara tapi terdiam kembali.

Akhirnya dia bersuara. "Sabri ada satu kisah yang mama susah nak lupakan dan sesekali ingatan itu datang akan membuatkan hati mama terluka. Kadang-kadang ketika membasuh pinggan, mama boleh menangis tersedu-sedu mengenangkan peristiwa itu. Lukanya amat dalam, masih berbekas hingga sekarang." Saya terkedu. Mama menyambung, "Sabri tentu inagt arwah ayah meninggal ketika adik masih kecil. Tanggungan kita ketika itu sangat berat. Duit pencen ayah memang sedikit dan tak cukup nak tampung hidup kita, Sabri ingat tak?" Mama mula menangis. Saya tunduk.

"Selepas SPM Sabri ditawarkan menjadi guru sandaran, wang hasil titik peluh Sabri tu mama gunakan untuk perbelanjaan adik-adik. Satu hari Sabri bagitau mama Sabri nak melanjutkan pelajaran. Mama merayu supaya hajat itu ditangguhkan dulu sebab kita kesempitan wang dan minta Sabri terus bekerja. Berkali-kali Sabri minta dan merayu pada mama nak sambung belajar juga. Akhirnya mama terpaksa melepaskan Sabri belajar dalam hati yang penuh
terpaksa."

Saya benar-benar terkejut. Mama menyambung lagi, "Cuba bayangkan ketika itu kalau mama tak izinkan Sabri pergi, mama rasa Sabri tetap berkeras pergi juga. Dan perginya Sabri ketika itu adalah sebagai anak derhaka!" Saya meraung sepuas-puasnya, terjelepuk lembik di pangkuan mama. "Mulai hari ini mama ampunkan semua dosa Sabri. Adik-adik pun dah berjaya. Segala yang terbuku di hati dah habis mama luahkan. Mama harap mama dapat mengadap tuhan dengan hati yang tenang." Ungkapan terakhir mama terasa bagaikan air sungai jernih yang mengalir sejuk ke seluruh urat saraf saya seakan membasuh dosa yang lalu. Badan saya terasa ringan yang amat sangat. Syukur kepada Allah hati saya kembali tenang. Terasa kerja-kerja yang dibuat semakin dibantu Allah. Sejak peristiwa itu saya selalu berpesan kepada anak-anak, ahli keluarga dan kawan-kawan agar bersihkan hubungan hati kita dengan ibu kerana ia sebagai jambatan menuju ke syurga. Saya yeng terlibat dalam program motivasi turut menceritakan pengalaman saya ini kepada peserta kursus. Bukan niat di hati untuk berbangga tapi apa yang saya harapkan semua orang dapat berbuat baik dengan ibu, demi kebaikan didunia dan di akhirat.

Suatu hari selepas selesai menyampaikan ceramah di sebuah kem motivasi, saya dicuit oleh seorang pegawai lelaki yang sudah melewati usia 40-an. "En Sabri, bulan depan telefon saya." Saya kehairanan. Dari sumber yang diketahui, penganjur program memaklumkan lelaki tersebut mengambil cuti seminggu untuk pulang kek kampung. Sebulan kemudian saya menghubunginya dengan telefon."En Sabri terima kasih banyak-banyak kerana mengingatkan saya tempoh hari. Kalau tidak saya tak tahulah nasib saya." Suara lelaki itu seakan sebak. Saya bagaikan berteka-teki dengannya.

Menurut ceritanya, selepas program tersebut dia terus pulang ke kampung menziarahi ibunya yang sudah terlalu uzur dan sudah sekian lama tidak juga dijengah bertanyakan khabar berita. Sampai di kampung ibu yang uzur itu dipeluk dan dicium. Ibu tua itu kehairanan kerana selama ini si anak tidak pernah berbuat demikian. Dalam tangisan yang penuh syahdu si anak memhon ampun dan maaf di atas segala silapnya selama ini.

"Syukur kamu dah insaf. Selama hari ini kamu tidak pernah meminta maaf bersunguh-sungguh. Kamu mungkin jadi nak derhaka kalau mak tak ampunkan dosa kamu yang satu ini. Umur mak dah 80 tahun. Selama 50 tahun mak memendam rasa. Dosa yang lain mak boleh ampunkan, tapi dosa yang satu ini mak rasa sungguh berat dan amat tersinggung. Mak terlalu sedih anak yang mak kandung sembilan bulan, anak yang mak kenyangkan perutnya dengan air susu mak ini sanggup mengherdik mak dengan kata-kata 'órang tua bodoh. Tak ada otak'"

Cerita lelaki itu, satu hari dia meminta ibunya membasuh sehelai seluar yang berjenama, dibeli hasil duit gaji pertamanya. Seluar itu terlalu kotor lalu si ibu merendamnya dengan peluntur. Mak gosok dan lipat. Beberapa hari kemudian dia mencari seluar itu untuk dipakai bekerja, malangnya seluar mahal itu didapati telah bersopak-sopak warnanya. Lalu dia yang berdarah muda menjadi berang, mengherdik si ibu, "Hei, orang tua bodoh! Tak ada otak ker? Buta ker? Seluar n! ih mahal tau!!" Akhirnya dosa si anak diampunkan.

Daripada kedua-dua cerita ini dapatlah kita membuat kesimpulan bahawa di sebalik ungkapan 'tak ada apa-apa' dari mulut seorang ibu mungkin ada tersimpan 'apa-apa' yang sangat memilukan hati ibu, akibat tingkah laku atau tutur kata kita yang menyinggung hatinya. Jagalah hati ibu, dan sentiasa minta mereka doakan kesejahteraan hidup kita. Sesungguhnya doa dari seorang ibu sangat makbul. "..dan hendaklah kamu berbuat baik dengan sesungguhnya
kepada ibu bapa.."

"Sesungguhnya Allah itu tidak suka kepada orang yang sombong dengan perbuatannya, sombong dengan perkataannya." An-Nisa':36

**** AMBIL IKTIBAR DAM PEDOMAN DR CERITA DIATAS....SESUNGGUHNYA SYURGA DI BAWAH TELAPAK KAKI IBU....RASA INSAF BILA MENGHAYATINYA DAN BERSYUKUR KITA MASIH MASIH MEMPUNYAI IBU DAN BAPA.

The Husband Store.

A store that sells husbands has just opened in New York City, where a woman may go to choose a husband. Among the instructions at the entrance is a description of how the store operates.

You may visit the store ONLY ONCE ! There are six floors and the attributes of the men increase as the shopper ascends the flights. There is, however, a catch . . . .you may choose any man from a particular floor, or you may choose to go up a floor, but you cannot go back down except to exit the building!

So, a woman goes to the Husband Store to find a husband . .

On the first floor the sign on the door reads: Floor 1 - These men have jobs and love the Lord.

The second floor sign reads: Floor 2 - These men have jobs, love the Lord, and love kids.

The third floor sign reads: Floor 3 - These men have jobs, love the Lord, love kids, and are extremely good looking. "Wow," she thinks, but feels compelled to keep going.

She goes to the fourth floor and sign reads: Floor 4 - These men have jobs, love the Lord, love kids, are drop dead good looking and help with the housework. "Oh, mercy me!"she exclaims, "I can hardly stand it!"

Still, she goes to the fifth floor and sign reads: Floor 5 - These men have jobs, love the Lord, love kids, are drop-dead gorgeous, help with the housework, and have a strong romantic streak. She is so tempted to stay, but she goes to the sixth floor and the sign reads:

Floor 6 - You are visitor 4,363,012 to this floor. There are no men on this floor. This floor exists solely as proof that women are impossible to please. Thank you for shopping at the Husband Store. Watch your step as you exit the building, and have a nice day!


Please send this to all men for a good laugh and to all the women who can handle the truth!


** HAHAHAHAHAHA...so funny! i laughed when i first read this email. and cant help grinning like an idiot whenever i read it again! =D **

Dalih remaja yang berCINTA...

<--- Kami hanya berbual-bual, berbincang, bertanya khabar, minum2 di kafe.--->
<-Adakah itu menghampiri zina?->

Ya,perbuatan itu boleh menjerumuskan pelakunya ke lembah penzinaan.Kami dapat mengawal perasaan dan kami tidak berniat ke arah itu. Hari ini ya.Esok mungkin kamu kecundang.Iblis akan memerangkap kamu.Iblis amat berpengalaman dan tipu dayanya sangat halus.Ia telah menipu moyang kita yang pertama,Adam dan Hawa.Iblis amat licik.Ingat,pesanan Rasulullah :Janganlah engkau bersendirian dengan seorang wanita kecuali yang ketiganya ,syaitan (Tabrani).Kita lemah menghadapi tipu daya Iblis.

<--Tidak semestinya semua orang bercinta menjurus kepada penzinaan. Ada yang bercinta dalam telefon dan hantar SMS sahaja. Tidak pernah bersua muka pun!-->

Betul .Tetapi itu adalah salah satu yang dimaksudkan dengan menghampiri zina. Memang pada awalnya tidak bersua muka. Tapi perasaan pasti bergelora,lambat laun desakan nafsu dan perasaan serta hasutan Iblis akan mengheret kepada suatu pertemuan. Pertemuan pertamatidak akan terhenti disitu sahaja.Percayalah, ia akan berlanjutan. Tidakkah itu boleh membawa kepada perzinaan akhirnya?

<--Takkan nak berbual-bual pun tak boleh? Itupun zina ke?-->

Zina ada bermacam-macam jenis dan peringkatnya, ada zina betul, ada zina tangan iaitu berpegang-pegangan, ada zina mata iaitu melihat kekasih dengan perasaan berahi. Zina hati iaitu dengan khayalan berahi dengan kekasih sepertimana yang digambarkan oleh Rasulullah:Kedua-dua tangan juga berzina dan zinanya adalah menyentuh. Kedua kaki juga berzina dan zinanya menuju ke tempat pertemuan. Mulut juga berzina dan zinanya adalah ciuman (muslim dan Abu Daud).Sebenarnya jalan menuju kepadaperzinaan amat banyak. Jangan biarkan diri kita melalui mana-mana jalan perzinaan.

<--Duduk berdiskusi pelajaran tak boleh ke? Bincang pelajaran sahaja!*(bagi kes belajar berdua-duaan SAHAJA)*-->

Berdiskusi pelajaran, betul ke? Jangan tipu. Allah tahu apa yang terselit di dalam hati hamba- hambaNya. Kita belajar nak keberkatan.Kalau cemerlang sekalipun, kalau tidak diberkati oleh Allah, kejayaan tidak akan membawa kebahagiaan. Hidup di dunia tidak bahagia,akhirat lagi lah.Jangan berselindung disebalik pelajaran yang mulia. Allah suka kepada orang berilmu. Jadi belajar hendaklah ikut batas dan ketentuan Allah.Belajar akan jadi ibadat. Adakah berdiskusi macam ni akan ditulis oleh malaikat Raqib dan Atid.

<--Sungguh! Bincang pelajaran sahaja. Ni Study Group.*(bagi kes berdua-duaan SAHAJA)-->

Study Group...? nampak lain macam saja, manja,senyum memanjang, tak macam gaya berdiskusi.Takkan study group berdua sahaja? Kemana-manapun berdua. Kalau ye pun, carilah group study ramai sikit. Kalau duduk berdua-duaan macam ni...betul ke bincang pelajaran?Jangan- jangan sekejap saja bincang pelajaran,yang lain tu... banyak masa dihabiskan dengan fantasi cinta!

<--Tidaklah. Sungguh berbincang pelajaran.-->

Baik sungguh awak berdua. Takkanlah awak berdua tak ada perasaan apa-apa? Awak kurang sihat ke? Ingat, kita bukan malaikat, tak ada nafsu. Kita manusia. Jangan menafikan fitrah manusia. Kita ada nafsu, ada keinginan. Itulah manusia.

<--Kami berdua sama-sama belajar, study group, saling memberi semangat dan motivasi.-->

Tak adakah kaum sejenis yang boleh dijadikan rakan belajar? Habis sudahkah kaum sejenis yang boleh memberikan motivasi? Jangan hina kaum sejenis kita. Ingat, banyak orang cemerlang yang belajar hanya dengan kaum sejenis. Lebih tenang perasaan, tidak terganggu, dapat berkat dan rahmat pula.

<--takkanlah tak ada langsung ruang yang dibenarkan dalam Islam untuk bercinta? Adakah Islam membunuh terus naluri cinta?-->

Naluri adalah sebahagian daripada kesempurnaan kejadian manusia. Naluri ingin memiliki dan suka kalau dimiliki (sense of belonging) adalah fitrah.Kalau naluri itu tidak wujud pada diri seseorang,tak normal namanya. Islam bukan datang membunuh naluri dan keinginan itu, tidak! Islam tidak suruh membunuh naluri seperti yang dilakukan oleh para paderi atau sami. Jangan nafikan naluri ini. Jangan berbohong pada diri sendiri. Bukan salah dan berdosa kalau perasaan itu datang tanpa diundang. Itu adalah fitrah. Cuma tudukkan naluri itu untuk patuh pada perintah Allah. Jadilah manusia yang sihat nalurinya.Jangan jadi malaikat! Kerana Allah jadikan kita sebagai manusia.Dunia dan segala isinya akan hambar tanpa naluri atau nafsu.

<--Tentu ada cinta secara Islam.-->

Cinta secara Islam hanya satu, iaitu perkahwinan.Cinta berlaku setelah ijab kabul, cinta selepas kahwin. Itulah cinta sacral dan qudus. Cinta yang bermaruah. Bukan cinta murahan. Inilah kemuliaan Islam. Apabila Islam menegah sesuatu perkara,tentu ia gantikan dengan sesuatu yang lebih baik.Jika ia menegah cinta antara lelaki dan perempuan sebelum kahwin, ia membawa perkahwinan sebagai ganti yang lebih baik.Sabda Rasulullah :Tidak ada yang lebih patut bagi dua orang yang saling mencintai kecuali nikah. (Ibnu Majah).Cinta adalah maruah manusia. Ia telalu mulia.

<--Kalau begitu, cinta remaja semua menghampiri kepada penzinaan?-->

Ya, kalau lelaki dan perempuan bertemu tentu perasaan turut terusik. Kemudian perasaan dilayan. Kemudian teringat, rindu. Kemudian diatur pertemuan. Kemudian duduk berdua dua.Kemudian mencari tempat sunyi sedikit.Kemudian berbual panjang sehingga malam gelap.Hubungan makin akrab, dah berani pegang tangan,duduk makin dekat. Kalau tadi macam kawan,sekarang macam pengantin baru semalam bukankah mereka semakin hampir dengan penzinaan? Berapa ramai orang yang bercinta telah sampai kepada daerah penzinaan dan kesengsaraan. Kasihanilah diri dan ibu bapa yang melahirkan kita dalam keadaan putih bersih tanpa noda daripada seekor nyamuk sekalipun!

<--Masih ramai orang yang bercinta tetapi tetap selamat tidak sampai berzina. Kami tahan diuji.-->

Allah yang menciptakan manusia, Dia tahu kekuatan dan kelemahan manusia. Manusia tidak tahan ujian. Oleh itu Allah memerintahkan supaya jauhi perkara yang ditegah takut manusia akankecundang.

<--Jadi manusia itu tidak tahan diuji?-->

Kita manusia dari keturunan Adam dan Hawa,sejak dari awal penciptaan manusia. Allah takdirkan satu peristiwa untuk iktibar manusia.Allah tegah Adam dan Hawa supaya tidak memakan buah khuldi dalam syurga. Buah yang lain boleh makan. Allah tahu kelemahanpada ciptaan manusia. Tidak tahan diuji.Oleh itu, Allah berpesan kepada Adam dan Hawa, jangan menghampiri pokok khuldi itu. Firman Allah:Wahai Adam! Tinggallah engkau dan isterimu di dalam syurga serta makanlah dari makanannya sepuas-puasnya apa yang kamu sukai, dan janganlah kamu hampiri pokok ini.(jika kamu menghampirinya)maka kamu adalah orang-orang yang zalim(al-Araf:19). Tegahan yang sebenarnya adalah memakan buah khuldi. Jika menghampiri perkara tegahan, takut nanti mereka akan memakannya. Demikianlah dengan zina. Ditegah berzina. Maka jalan ke arah penzinaan juga dilarang. Takut apabila berhadapan dengan godaan zina, kedua-duanya akan kecundang.Cukuplah kita belajar daripada pengalaman nenek moyang kita Adam dan Hawa.

<--Tetapi cinta selepas kahwin banyak masalah. Kita tak kenal pasangan kita secara dekat. Bercinta adalah untuk mengenal hati budi pasangan sebelum buat keputusan berkahwin.-->

Bolehkah percaya dengan perwatakan masa sedang bercinta? Bercinta penuh dengan lakonan yang dibuat-buat dan kepura-puraan. Masing2 akan berlakon dengan watak terbaik.Penyayang, penyabar, pemurah dan berbagai-bagai lagi. Masa bercinta merajuk ada yang pujuk.Jangan harap lepas kahwin, bila merajuk akan ada yang pujuk. Banyak orang yang kecewa dan tertipu dengan keperibadian pasangan semasa bercinta. Perangai pasangan jauh berbeza. Macam langit dan bumi. Masa bercinta, dia seorang yang amat penyayang, penyabar, sabar tunggu pasangan terlambat sampai berjam-jam. Tapi biladah kahwin, lewat lima minit, dah kena tengking.Jadi, perwatakan dalam masa bercinta tidak boleh dipercayai. Percintaan adalah suatu kepuraan atau hipokrit.

<--Percayalah, kami bercinta demi merancang kebahagian hidup nanti.-->

Bagaimana diharap kebahagiaan jika tidak mendapat redha Allah? Kebahagiaan adalahanugerah Allah kepada hamba-hambaNya yang terpilih. Kebahagiaan bukan ciptaan manusia. Manusia hanya merancang kebahagiaan. Allah yang menganugerahkannya.Bagaimana mendapat anugerah kebahagiaan itu,jika jalan mencapai kebahagiaan itu tidak diredhai Allah. Kebahagiaan hidup berumah tangga mestilah melalui proses yang betul. Sudah tentu prosesnya bukan bercinta begini, Allah tidak meredhai percintaan ini. Cinta yang diredhai Allah adalah cinta selepas kahwin. Bagaimana untuk mendapat keluarga yang bahagia jika langkah mula sudahpun canggung, bagaimana kesudahannya?

<--Tanya sikit,.. adik angkat, kakak angkat, abang angkat boleh ke? Ganti bercinta-->

Semua itu adalah perangkap iblis dan syaitan.Hakikatnya adalah sama. Cinta yang diberi nafas baru. Kulitnya nampak berlainan, tetapi isinya adalah sama. Adik angkat, kakak angkat, abang angkat adalah suatu bentuk tipu daya iblis dan syaitan. Manusia yang terlibat dengan budaya angkat ini sebenarnya telah masuk dalam perangkap syaitan. Cuma menunggu masa untuk dikorbankan. Namakan apa nama sekalipun,abang angkat ke,motivator ke,semuanya adalah sama. Jalan akhirnya akan bertemu dengan zina.

<--Jadi seolah-olah orang yang bercinta telah hilang maruah diri?-->

Mengukur maruah diri bukan ditentukan oleh manusia tetapi oleh Pencipta manusia.Orang yang sedang mabuk bercinta akan mengatakan orang yang bercinta tidak menjejaskan maruah dirinya.Manakala, bagi orang yang menjaga diri, tidak mahu terlibat dengan cinta sebelum kahwin, akan mengatakan orang yang bercinta sudah tidak bermaruah lagi. Cintanya ditumpahkan kepada orang yang belum layak menerima cinta suci.Kalau begitu ukuran bermaruah atau tidak adalah ditentukan oleh Allah.

<--Adakah orang yang bercinta hilang maruah?-->

Antara kemulian manusia adalah maruah dirinya.Orang yang bercinta seolah-olah cubamenggadaikan maruahnya kerana mereka menghampiri perzinaan. Manakala orang yang bercinta dan pernah berzina tidak layak berkahwin kecuali dengan orang yang pernah berzina. Allah berfirman:Lelaki yang berzina (lazimnya) tidak ingin berkahwin melainkan dengan perempuan yang berzina atau perempuan musyrik; dan perempuan yang berzina itu pula tidak ingin berkahwin dengan melainkan oleh lelaki yang berzina atau lelakimusyrik. Dan perkahwinan yang demikian itu terlarang kepada orang-orang yang beriman.(Surah An-Nur: 3). Jadi, orang yang pernah bercinta juga tidak sesuai untuk berkahwin dengan orang yang tidak pernah bercinta.Tidakkah itu suatu penghinaan dari Tuhan.

<--Jadi orang yang bercinta hanya layak berkahwin dengan orang yang pernah bercinta juga?-->

Itulah pasangan yang layak untuk dirinya. Kerana wanita yang baik adalah untuk lelaki yang baik.LeLaki yang baik untuk wanita yang baik.

<--Kami telah berjanji sehidup semati-->

Apa ada pada janji cinta? Berapa banyak sudah janji cinta yang musnah? Lelaki, jangan diharap pada janji lelaki. Mereka hanya menunggu peluang keemasan sahaja. Habis madu, sepah dibuang.Pepatah itu diungkap kerana ia sering berulang sehingga menjadi pepatah.

<--Si dia ini lain dari yang lain. Dia lelaki yang penyayang dan bertanggungjawab.-->

Tahukah hati budi lelaki? Sejahat mana lelaki,apabila ingin mengambil seseorang wanita sebagai isteri dan seterusnya menjadi ibu untuk anak-anaknya, dia akan memilih wanita yang baik.Tetapi untuk berseronok dan berfoya-foya, lelaki biasanya akan memilih perempuan murahan kerana ia suatu pelaburan yang menguntungkan.Itulah rahsia lelaki.

<--Jadi, perempuan yang bercinta, jatuh maruahnya pada pandangan lelaki?(tidak mengikut syariat)->

Tentu. Mana ada orang lelaki yang normal suka pada barang yang second hand sedangkanbarang yang baru masih ada. Sesetengah mereka menggambarkan perempuan seperti kereta yang diletakkan di bilik pameran sahaja.Tapi ada orang yang boleh test drive. Ada pula yang kata;sekadar sepinggan mee goreng dan segelas sirap bandung, bawalah ke hulu, ke hilir. Sedihkan. Itulah hakikatnya.

******************************************************************************* Wallahu A'lam...